Salat atau Maksiat?

Tuhan, aku bingung bagaimana harus memperlakukanMu. Kau menyuruhku salat untuk mengingatMu.

Kenyataannya, bukan salat yang membuatku mengingatMu, melainkan maksiat. Di kala salat, pikiranku justru melayang ke mana-mana tak menentu. Namun setelah aku melakukan maksiat, Kau justru hadir dalam benakku.

Jadi, Kau pilih yang mana, kusembah atau kuingat? Kau mau yang mana, aku salat atau aku maksiat?

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

2 comments  Tagged:  , , 4 September 2010

Faktor Intermestik dalam Kasus Indonesia-Malaysia: Suatu Analisis Kebijakan

Oleh: Shohib Masykur*

Tulisan ini ingin membaca kasus konflik Indonesia-Malaysia dari persepektif analisis kebijakan. Memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia akhir-akhir ini menggambarkan bagaimana faktor domestik sangat berpengaruh dalam pengambilan kebijakan luar negeri Indonesia. Kebijakan luar negeri tidak hanya menjadi monopoli kalangan elite para diplomat formal,[1] tetapi juga merupakan sarana akumulasi dan akomodasi berbagai kepentingan dari kelompok-kelompok kepentingan yang ada di dalam negeri. Gagal dan berhasilnya proses diplomasi juga sangat ditentukan oleh keterlibatan aktor-aktor lain selain para diplomat formal.

Analisis Input-ouput

Dilihat dari perspektif yang lebih luas, kebijakan luar negeri suatu negara merupakan bagian dari seporsi besar kebijakan nasional. Dalam studi kebijakan dikenal apa yang disebut sebagai teori analisis input-output. Teori ini diperkenalkan oleh David Easton dan dikembangkan lebih jauh oleh Gabriel A Almond.

(more…)

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

Add comment  Tagged:  , , , , 1 September 2010

Des Alwi dan Kegelisahan akan Sejarah

Oleh: Shohib Masykur*

Rumah itu terletak di Jl Narada 36, Poncol, Jakarta Timur, tak jauh dari Stasiun Senen. Ukurannya tidak kecil tapi juga tidak besar, mungkin sekitar 15×20 meter. Kesannya agak kurang terawat, tapi tetap bersih. Di tembok depan terpampang sebuah papan bertuliskan “Yayasan 10 November.” Rumah tersebut milik Des Alwi Abu Bakar, seorang wartawan, diplomat, pengusaha, sejarawan, sekaligus pelaku sejarah. Rumah ini sekarang digunakan sebagai kantor Yayasan 10 November. Saya bersama rombongan mengunjunginya pada siang terik di hari Minggu, 29 Agustus 2010, untuk keperluan pembuatan sebuah film dokumenter tentang politik luar negeri Indonesia.

des-alwi

Kami disambut dengan hangat oleh Pak Des yang mengenakan baju lengan panjang warna putih bergaris dan celana jeans biru. Dalam usianya yang memasuki 83 tahun, beliau sudah tampak sepuh. Cara jalannya sudah tidak lagi kukuh. Namun semangatnya masih tetap menyala-nyala, tak kalah dari orang muda. Begitu datang, kami langsung disuguhi dengan pemutaran film dokumenter tentang peringatan 62 tahun Voice of Free Indonesia, sebuah divis otonom dari RRI yang bertugas mengampanyekan kemerdekaan Indonesia ke dunia luar. Di sana lah dulu Pak Des berkiprah sebagai wartawan.

(more…)

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

Add comment  Tagged:  , , , 31 August 2010

Mengenang Kegemilangan Masa Lalu Lewat Museum KAA

Oleh: Shohib Masykur*

Hari masih pagi ketika kami berangkat dari Jakarta menuju Bandung, 28 Agustus 2010. Saya beserta rombongan meluncur ke Kota Kembang untuk keperluan syuting pembuatan film dokumenter tentang politik luar negeri Indonesia. Matahari pagi Jakarta yang hangat mengantar kepergian kami menuju kota di mana Konferensi Asia Afrika (KAA) digelar 55 tahun silam. Tempat tujuan kami adalah Museum KAA yang menyimpan memori dan dokumentasi peristiwa bersejarah tersebut.

13

Dua setengah jam perjalanan membawa kami tiba ke tempat yang kami tuju sekitar pukul 10.00 WIB. Museum KAA terletak di Jl Asia Afrika, beririsan dengan Jl Braga yang masyhur. Lokasinya yang berada persis di sudut perempatan membuat gedung tersebut tidak terlalu mencolok, ditimpa oleh kesibukan kendaraan yang berlalu-lalang di sekitarnya dengan riuh. Di depan dan samping kanan museum tampak berderet tiang bendera yang di ujungnya bertengger Sang Saka Merah Putih. Kami disambut oleh seorang satpam yang lantas mengantarkan kami menemui Pak Asep, petugas penjaga museum. Lewat Pak Asep inilah kami mengurus perizinan untuk syuting di lokasi museum.

(more…)

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

4 comments  Tagged:  , , 30 August 2010

Rileks, Konsentrasi, Atur Nafas

Ada sebuah nasihat sederhana tapi sangat berguna yang saya peroleh dari Didi Widiatmoko atau yang lebih dikenal dengan sebutan Didi Petet. Setiap kita melakukan sesuatu, jangan lupakan tiga hal: rileks, konsentrasi, atur nafas.

Tiga hal itu biasa menjadi acuan bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia seni peran. Namun menurut Pak Didi, tiga hal itu juga berlaku setiap kita melakukan semua hal. Saya mencoba mempraktekkannya, dan hasilnya ternyata luar biasa.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

Add comment  Tagged:  , , , 30 August 2010

Makhluk Mungil Kiriman Tuhan

Beberapa hari belakangan kehidupan saya dimeriahkan dengan kehadiran sesosok makhluk mungil nan lucu. Karena si mungil ini, kehidupan saya menjadi sedikit lebih berwarna. Ada keceriaan tertentu yang sebelumnya tidak saya rasakan. Saya menjulukinya ‘Makhluk Mungil Kiriman Tuhan.’

Kami tidak tahu dari mana si mungil berasal. Tahu-tahu di suatu malam si mungil sudah ada di asrama tempat kami tinggal. Tak seorang pun dari kami membawanya kemari. Barangkali dia memang dikirim Tuhan untuk semakin memeriahkan kehidupan kami yang sebenarnya sudah cukup ramai ini.

(more…)

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

6 comments  Tagged:  28 August 2010

Sekuritisasi vs Desekuritisasi dalam Hubungan Indonesia-Malaysia

Oleh: Shohib Masykur*

Perkembangan isu pelanggaran batas wilayah Indonesia oleh Malaysia dalam insiden penangkapan tiga petugas KKP oleh Polisi Diraja Malaysia semakin mengkhawatirkan. Kedua pihak saling menyalahkan untuk isu yang berbeda: pelanggaran wilayah dan penangkapan petugas untuk Indonesia dan perusakan kantor Kedubes untuk Malaysia. Reaksi publik di kedua negara juga sama-sama keras. Jika dibiarkan, lama-lama hubungan Indonesia-Malaysia bisa terancam.

Sejak awal saya yakin sepanas apapun isu yang berkembang tidak akan berujung pada bentrok fisik antarkedua negara (baca Indonesia-Malaysia Tidak Mungkin Perang!). Namun begitu bukan berarti isu ini bisa dibiarkan begitu saja dan menjadi bola salju panas yang terus bergulir, semakin lama semakin besar. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah strategis agar isu ini tidak menjurus kepada hal-hal yang tidak produktif dan membahayakan hubungan kedua negara.

(more…)

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis

4 comments  Tagged:  , , , , 28 August 2010

Previous Posts


Penguin

Sahabat Sejati

Pages

Hubungi Saya

Tulisan Terkini

Kategori Tulisan

Statistics

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Komentar Terkini

Links