Pemimpi(n)

December 27th, 2011 by penguin

Dulu, sewaktu masih kanak, kepemimpinan sangat sederhana maknanya. Kualifikasi yang dibutuhkan hanya satu: piawai dalam permainan. Barangsiapa jago bermain, maka dialah pemimpin. Dia akan diperebutkan di antara teman-temannya untuk menjadi rekan dalam permainan. Pendapatnya cenderung didengar, dan ide-idenya cenderung diterima sebagai konsensus bersama.

Tapi sekarang, kepemimpinan memiliki makna sangat dalam. Pemimpin tak cukup orang pintar. Pemimpin tak hanya cekatan. Dia juga harus berjiwa besar. Dia juga harus berani. Dia juga harus pandai mengamati situtasi dan menghadirkan solusi.

Dia harus menjadi ujung tombak dalam mendobrak kemandegan. Dia harus tegas, saat mengucapkan “saya bertanggung jawab untuk ini.” Dia harus lantang, saat berujar “koreksi saya, jika tidak benar.”

Pemimpin, sejatinya, adalah orang yang kesepian. Di kanan kirinya tiada kawan, karena dia melangkah paling depan.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Sebab vs Akibat

December 23rd, 2011 by penguin

Sudah cukup lama saya dibuat kebingungan dengan dua kata ini: sebab dan akibat. Pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah: apa beda kata menyebabkan dan mengakibatkan?

Jika dirunut pada kata dasarnya, jelas dua kata itu jauh sekali bedanya, bahkan berlawanan. Sebab, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai hal yang menjadikan timbulnya sesuatu. Sedangkan akibat dimaknai sebagai sesuatu yang merupakan akhir atau hasil suatu peristiwa (perbuatan, keputusan).

Dari definisi di atas jelas terlihat bahwa dua kata tersebut memiliki makna berlawanan. Yang satu menjadikan timbulnya sesuatu, sementara yang lain hasil suatu peristiwa.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Tentang Sondang dan Mau Ke Mana Kita

December 19th, 2011 by penguin

Tragis memang nasib Sondang. Tubuh mudanya terbakar. Jiwa bergeloranya meregang saat elmaut datang menyapanya tanpa ampun. Ya, elmaut barangkali merasa tidak perlu memberinya ampun, karena Sondang sendiri tidak menyediakan ruang pengampunan untuk dirinya sendiri. Dia bertekad dan memilih mati.

Kita tidak tahu persis apa yang mendorong Sondang melakukan itu. Dia sudah tidak bisa lagi dikonfirmasi. Kita hanya bisa mengira-ngira, menghubung-hubungkan tindakannya itu dengan agresivitas dia sebelumnya dalam memperjuangkan HAM.

Bahkan untuk ukuran aktivis paling radikal sekalipun, tindakan Sondang tergolong sangat ekstrem. Soe Hok Gie, aktivis radikal dan tak kenal kompromi yang pernah menuliskan keinginannya mati muda di catatan hariannya itu, pun tak senekat Sondang.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Orang-orangan Sawah (003)

December 13th, 2011 by penguin

Mata bening gadis kecil itu menatap Vay dengan malu-malu. Pandangan penuh pertanyaan dari Vay tertuju pada ibunya.

“Dia adikmu. Katanya kau ingin punya adik,” kata ibu dengan senyum misterius.

“Siapa dia, Bu?” tanya Vay yang masih diliputi setumpuk tanda tanya.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Orang-orangan Sawah (002)

November 26th, 2011 by penguin

Setelah sedikit menenangkan diri, Vay mulai mengamat-amati situasi di sekelilingnya. Kursi di sebelahnya masing kosong, mungkin penumpangnya baru akan naik dari stasiun Jatinegara yang berjarak kurang lebih 10 menit dari Senen. Untuk sementara dia bisa menopoli kursi yang warna hijaunya sudah tampak kusam itu sendirian.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Orang-orangan Sawah (001)

November 24th, 2011 by penguin

Kereta itu melaju dengan kecepatan konstan selama perjalanan. Sesekali lajunya melambat saat mendekati stasiun-stasiun kecil yang berserakan di sepanjang jalur Jakarta-Jogja. Bunyi menderu yang timbul dari gesekan roda dengan rel telah begitu akrab di telinga Vay yang entah sudah berapa puluh kali melalui jalur ini dengan kereta.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Don’t Rich People Difficult

November 9th, 2011 by penguin

dont-rich-people-difficult

Saya gagal menahan tawa ketika seorang teman mengirim gambar di atas melalui BB group. Perlu beberapa saat bagi otak saya yang sederhana untuk mencernanya. Don’t Rich People Difficult? Apa nih maksudnya? Setelah mengerti kontan tawa saya meledak. Rupanya maksudnya adalah jangan kaya orang susah.

Permainan kata semacam itu sebenarnya bukan hal baru. Waktu kecil saya juga senang memainkannya dengan teman-teman lewat serangkaian tebak-tebakan. Beberapa kata dalam bahasa “asing” yang merupakan “modifikasi” dari kata-kata dalam bahasa Indonesia masih saya ingat. Misalnya, sakukurata adalah “bahasa Jepang” dari bokek alias tidak punya uang, sedangkan dadakurata berarti laki-laki dalam “bahasa” yang sama. Versi lain dari permainan semacam ini adalah mengartikan welcome sebagai keset (karena banyak keset yang bertuliskan welcome) dan open sebagai pintu.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Mitos John Harvard

October 7th, 2011 by penguin

Patung itu tidak begitu besar, hampir sama dengan ukuran manusia pada umumnya. Duduk di kursi, kaki patung terjulur menekuk ke depan. Di pangkuannya terdapat sebuah buku dalam kondisi terbuka. Keseluruhan patung itu, termasuk jubah kebesarannya yang tergerai di kanan kirinya, berwarna hitam, kecuali sebagian kecil di ujung sepatu kirinya. Di situ tertampak warna kuning karena catnya telah mengelupas akibat sentuhan banyak tangan.

john-harvard

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Salam dari Boston

September 28th, 2011 by penguin

Dari Boston aku menyampaikan salam. Kepada mereka yang menginginkan keanggunan. Kemarilah. Kemarilah. Akan kukisiki kau sebuah kisah sejarah yang mengharukan. Seraya menatap gedung-gedung yang berserakan di pinggir jalan. Dari dinding-dindingnya kau bisa melihat siluet kepurbaan yang abadi. Tapi dari atap-atapnya akan kau temukan mahkota pengetahuan yang tak pernah silam. Kemarilah. Kemarilah. Dan kita akan bergabung dengan parade keagungan yang romantis. Sambil berjalan, sesekali kita menoleh ke belakang dan tersenyum simpul kepada orang-orang.

Boston, 28 September 2011

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Kupu-kupu Bersayap Indah

September 6th, 2011 by penguin

Sungguh, betapa ingin kutulis puisi indah untukmu

Sebuah puisi yang bisa menjadi pengantar tidurmu

dan mengisinya dengan mimpi surgawi yang melenakan

Rangkaian kata yang ketika kau bangun

akan menjadi teman bagi hari-harimu yang menyenangkan

Dan mempercantik suara tawamu yang menyegarkan

Kata-kata yang hanya dipahami oleh kupu-kupu bersayap indah

Saat dia terbang rendah di sela-sela kelopak bunga yang sedang mekar

Kata-kata yang hanya mampu ditafsirkan oleh embun pagi

Saat sinar matahari menyentuhnya dengan kehangatan yang berkilauan

Namun sayang, keinginanku tak sejalan dengan kemampuanku yang kerdil

Sekerdil katak yang tidak pernah tegak meski kaki-kakinya direntangkan

Saat di mana dia hanya mampu memandang dengan iri kepada sang bangau

yang dengan kaki panjangnya berjalan angkuh di permukaan sawah

Siap mematuk dengan paruh tajam di atas lehernya yang jenjang

Pada akhirnya, aku hanya bisa mematung di kedalaman malam

Sambil berharap fajar segera jelang

Dan aku bisa bersegera memanjakan mataku dengan menatap wajahmu di pagi hari

Seraya berdoa supaya matahari tak lekas meninggi.

Jakarta, 6 September 2011

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn