Pemimpi(n)
December 27th, 2011 by penguinDulu, sewaktu masih kanak, kepemimpinan sangat sederhana maknanya. Kualifikasi yang dibutuhkan hanya satu: piawai dalam permainan. Barangsiapa jago bermain, maka dialah pemimpin. Dia akan diperebutkan di antara teman-temannya untuk menjadi rekan dalam permainan. Pendapatnya cenderung didengar, dan ide-idenya cenderung diterima sebagai konsensus bersama.
Tapi sekarang, kepemimpinan memiliki makna sangat dalam. Pemimpin tak cukup orang pintar. Pemimpin tak hanya cekatan. Dia juga harus berjiwa besar. Dia juga harus berani. Dia juga harus pandai mengamati situtasi dan menghadirkan solusi.
Dia harus menjadi ujung tombak dalam mendobrak kemandegan. Dia harus tegas, saat mengucapkan “saya bertanggung jawab untuk ini.” Dia harus lantang, saat berujar “koreksi saya, jika tidak benar.”
Pemimpin, sejatinya, adalah orang yang kesepian. Di kanan kirinya tiada kawan, karena dia melangkah paling depan.







