Mengenal(kan) Indonesia Lewat Film: Catatan Diskusi Bersama Riri Riza

February 23rd, 2012 by penguin

Oleh: Shohib Masykur

Tulisan ini juga diunggah di blog Sekdilu 35, Vivanews, dan Detikcom.


Diskusi bersama Riri Riza

Sudah lama kita dibuat terpukau dan dimanjakan oleh film-film Hollywood. Sebagai mercusuar perfilman dunia, Hollywood telah melahirkan bintang-bintang yang menjadi idola jutaan pemirsa di muka bumi. Namun barangkali tidak banyak yang tahu bahwa di era 1930-an, seorang artis Indonesia asal Jawa telah menancapkan kaki di lumbung perfilman Amerika tersebut.

Dialah Dewi Dja, artis Indonesia pertama yang go international lewat peran yang dia mainkan di film-film “bercap” Hollywood. Di zamannya, Dewi Dja merupakan mega bintang yang digandrungi oleh kalangan penikmat film tanah air.

“Dewi Dja inilah artis Indonesia pertama yang go to Hollywood,” demikian tutur sutradara ternama Riri Riza dalam sebuah diskusi kecil di Kantor Kemlu, Pejambon, Jakarta, Kamis (16/2/2012) malam.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Pemimpi(n)

December 27th, 2011 by penguin

Dulu, sewaktu masih kanak, kepemimpinan sangat sederhana maknanya. Kualifikasi yang dibutuhkan hanya satu: piawai dalam permainan. Barangsiapa jago bermain, maka dialah pemimpin. Dia akan diperebutkan di antara teman-temannya untuk menjadi rekan dalam permainan. Pendapatnya cenderung didengar, dan ide-idenya cenderung diterima sebagai konsensus bersama.

Tapi sekarang, kepemimpinan memiliki makna sangat dalam. Pemimpin tak cukup orang pintar. Pemimpin tak hanya cekatan. Dia juga harus berjiwa besar. Dia juga harus berani. Dia juga harus pandai mengamati situtasi dan menghadirkan solusi.

Dia harus menjadi ujung tombak dalam mendobrak kemandegan. Dia harus tegas, saat mengucapkan “saya bertanggung jawab untuk ini.” Dia harus lantang, saat berujar “koreksi saya, jika tidak benar.”

Pemimpin, sejatinya, adalah orang yang kesepian. Di kanan kirinya tiada kawan, karena dia melangkah paling depan.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Sebab vs Akibat

December 23rd, 2011 by penguin

Sudah cukup lama saya dibuat kebingungan dengan dua kata ini: sebab dan akibat. Pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah: apa beda kata menyebabkan dan mengakibatkan?

Jika dirunut pada kata dasarnya, jelas dua kata itu jauh sekali bedanya, bahkan berlawanan. Sebab, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai hal yang menjadikan timbulnya sesuatu. Sedangkan akibat dimaknai sebagai sesuatu yang merupakan akhir atau hasil suatu peristiwa (perbuatan, keputusan).

Dari definisi di atas jelas terlihat bahwa dua kata tersebut memiliki makna berlawanan. Yang satu menjadikan timbulnya sesuatu, sementara yang lain hasil suatu peristiwa.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Tentang Sondang dan Mau Ke Mana Kita

December 19th, 2011 by penguin

Tragis memang nasib Sondang. Tubuh mudanya terbakar. Jiwa bergeloranya meregang saat elmaut datang menyapanya tanpa ampun. Ya, elmaut barangkali merasa tidak perlu memberinya ampun, karena Sondang sendiri tidak menyediakan ruang pengampunan untuk dirinya sendiri. Dia bertekad dan memilih mati.

Kita tidak tahu persis apa yang mendorong Sondang melakukan itu. Dia sudah tidak bisa lagi dikonfirmasi. Kita hanya bisa mengira-ngira, menghubung-hubungkan tindakannya itu dengan agresivitas dia sebelumnya dalam memperjuangkan HAM.

Bahkan untuk ukuran aktivis paling radikal sekalipun, tindakan Sondang tergolong sangat ekstrem. Soe Hok Gie, aktivis radikal dan tak kenal kompromi yang pernah menuliskan keinginannya mati muda di catatan hariannya itu, pun tak senekat Sondang.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Don’t Rich People Difficult

November 9th, 2011 by penguin

dont-rich-people-difficult

Saya gagal menahan tawa ketika seorang teman mengirim gambar di atas melalui BB group. Perlu beberapa saat bagi otak saya yang sederhana untuk mencernanya. Don’t Rich People Difficult? Apa nih maksudnya? Setelah mengerti kontan tawa saya meledak. Rupanya maksudnya adalah jangan kaya orang susah.

Permainan kata semacam itu sebenarnya bukan hal baru. Waktu kecil saya juga senang memainkannya dengan teman-teman lewat serangkaian tebak-tebakan. Beberapa kata dalam bahasa “asing” yang merupakan “modifikasi” dari kata-kata dalam bahasa Indonesia masih saya ingat. Misalnya, sakukurata adalah “bahasa Jepang” dari bokek alias tidak punya uang, sedangkan dadakurata berarti laki-laki dalam “bahasa” yang sama. Versi lain dari permainan semacam ini adalah mengartikan welcome sebagai keset (karena banyak keset yang bertuliskan welcome) dan open sebagai pintu.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Mitos John Harvard

October 7th, 2011 by penguin

Patung itu tidak begitu besar, hampir sama dengan ukuran manusia pada umumnya. Duduk di kursi, kaki patung terjulur menekuk ke depan. Di pangkuannya terdapat sebuah buku dalam kondisi terbuka. Keseluruhan patung itu, termasuk jubah kebesarannya yang tergerai di kanan kirinya, berwarna hitam, kecuali sebagian kecil di ujung sepatu kirinya. Di situ tertampak warna kuning karena catnya telah mengelupas akibat sentuhan banyak tangan.

john-harvard

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Salam dari Boston

September 28th, 2011 by penguin

Dari Boston aku menyampaikan salam. Kepada mereka yang menginginkan keanggunan. Kemarilah. Kemarilah. Akan kukisiki kau sebuah kisah sejarah yang mengharukan. Seraya menatap gedung-gedung yang berserakan di pinggir jalan. Dari dinding-dindingnya kau bisa melihat siluet kepurbaan yang abadi. Tapi dari atap-atapnya akan kau temukan mahkota pengetahuan yang tak pernah silam. Kemarilah. Kemarilah. Dan kita akan bergabung dengan parade keagungan yang romantis. Sambil berjalan, sesekali kita menoleh ke belakang dan tersenyum simpul kepada orang-orang.

Boston, 28 September 2011

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Nietzsche di Pucuk Rambutan

August 23rd, 2011 by penguin

rambutan_fruits_11

Di depan rumah saya terdapat beberapa pohon rambutan. Tingginya tidak seberapa, tapi daunnya cukup lebat. Setiap kali berbuah tidak terlalu banyak yang dihasilkan. Setahu saya hasil panennya tidak pernah dijual—mungkin memang tidak layak dijual. Ayah saya lebih suka membagi-bagikan jumlah yang tidak seberapa itu ke para tetangga dan sanak saudara.

Pohon-pohon itu ditanam sudah lama, kira-kira 15 tahun yang lalu. Saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Kesenangan saya masih sederhana: bermain, bermain, dan bermain. Apa lagi yang bisa membahagiakan seorang anak kecil dalam mengisi hari-harinya selain bermain? Karena itulah saya tidak begitu tertarik memperhatikan penanaman pohon rambutan itu.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Mendokumentasikan Politik Luar Negeri Indonesia

August 19th, 2011 by penguin

mendajung-antara-dua-karang2

Bertepatan dengan HUT ke-66 Kementerian Luar Negeri (Kemlu), saya ingin mempersembahkan sebuah buku klasik berjudul “Mendajung Antara Dua Karang.” Tentu saja buku itu bukan karangan saya. Yang saya lakukan tak lebih dari sekedar menyalinnya. Bung Hatta lah yang menyusun naskahnya 63 tahun lampau.

Saya sengaja menyalin buku tersebut supaya bisa diakses oleh siapa saja. Kebetulan saya mendapatkannya di sebuah toko buku-buku tua. Jika saya cukup beruntung memperolehnya, mengapa saya tidak membaginya dengan orang lain? Selain itu saya pikir sangat disayangkan jika buku monumental tersebut lama kelamaan akan musnah karena tidak adanya dokumentasi digital yang mengabadikannya. Maka jadilah saya putuskan untuk menyalin dan mengunduhnya di blog.

Saya sempat kepikiran mengenai hak ciptanya. Dibenarkan secara hukum kah yang akan saya lakukan? Buku ini diterbitkan tahun 1951 atau 60 tahun yang lalu. Penerbitnya adalah Kementerian Penerangan. Setelah saya timbang-timbang, saya rasa cukup aman. Saya pikir tidak ada seorang pun yang akan menggunggat saya di depan hukum karena telah menyalin dan menyebarkan isi buku ini tanpa seizin penulis maupun penerbit.

Sengaja saya mempertahankan naskah aslinya dalam bentuk ejaan lama. Pertama, saya ingin sebisa mungkin mempertahankan nuansa klasiknya. Kedua, dalam beberapa kasus saya tidak yakin betul bagaimana mengkonversi naskah itu dalam ejaan yang disempurnakan (EYD) yang berlaku sekarang. Jadi untuk kemudahan saya memilih menyalin apa adanya.

Nah, jika Anda berminat, saya ucapkan selamat membaca.

Jakarta, 19 Agustus 2011

Download Mendajung Antara Dua Karang

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn

Diplomasi Ramadan

August 1st, 2011 by penguin

Saya agak tersentak ketika mendengar informasi dari Miguel Bautista, seorang diplomat ahli negosiasi multilateral dari Filipina yang juga aktif di UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development). Waktu itu dengan semangat Miguel tengah menjelaskan tentang kualitas yang harus dimiliki oleh seorang diplomat, utamanya diplomat yang berkecimpung di kancah diplomasi multilateral.

Menurut Miguel, salah satu syarat utama yang harus dimiliki diplomat adalah ketahanan fisik yang kuat. Keterangan ini sangat logis mengingat proses negosiasi dalam sidang multilateral bisa berlangsung secara maraton selama berhari-hari hampir tanpa henti. Tanpa ketahanan fisik yang mumpuni, seorang diplomat bisa dengan mudah menyerah dan berkompromi dengan posisi yang seharusnya dipertahankannya. Jika sudah begitu, maka kepentingan negara yang seharusnya diperjuangkannya secara mati-matian akan terabaikan begitu saja.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • TwitThis
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn