
Komjen Pol Susno Duadji membela diri. Di hadapan anggota Komisi III DPR dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kapolri dan jajaran Polri, Kamis (5/11/2009), dia menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan padanya. Begitu seriusnya dia menyangkal sampai-sampai mengeluarkan sumpah segala.
Uniknya, sumpah yang dia keluarkan dalam bahasa Arab itu salah. Sebuah kesalahan yang jika dipandang dari kaca mata ilmu Nahwu (gramatikal bahasa Arab) sangat fatal. Sebab dia mengeluarkan sumpah (dalam istilah Nahwu disebut ‘qasam’) tanpa menggunakan huruf qasam.
Jika kita cermati, Susno mengeluarkan sumpah berbunyi ‘lillahi ta’ala.’ Dalam Nahwu, hanya ada 3 huruf yang bisa digunakan untuk sumpah, yakni bi, ta, dan wa. Artinya, kalau sumpah menggunakan nama Allah, yang benar adalah billahi, tallahi, atau wallahi.
Kalau Susno menggunakan ‘lillahi,’ itu namanya bukan sumpah. Sebab ‘li’ bukanlah termasuk huruf qasam. Jadi dari sudut pandang Nahwu, sebenarnya Susno tidak bersumpah sama sekali, terlepas maksud hati Susno yang sebenarnya.
Entah Susno sangat menguasai Nahwu sehingga dia memanipulasi ‘sumpah’ yang dia keluarkan di hadapan anggota dewan yang—saya kira—tidak paham Nahwu, ataukah memang Susno sendiri tidak mengerti cara bersumpah dalam bahasa Arab. Saya tidak tahu. Yang pasti, banyak orang beranggapan air mata yang dikeluarkan Susno ketika membela diri di hadapan para wakil rakyat itu adalah ‘air mata buaya.’
Jatipadang, 8 November 2009.
Posted on on November 8th, 2009 in
Pernik
|
5 Comments »
Partai Golkar telah resmi dipegang oleh Aburizal Bakrie (Ical). Bisa dipastikan partai beringin ini tidak akan beroposisi terhadap pemerintahan SBY periode 2009-2014. Sementara partai yang selama 2004-2009 beroposisi, PDI Perjuangan, kini juga sudah melunak. Dengan kompensasi jabatan Ketua MPR untuk Taufiq Kiemas, partai ini besar kemungkinan akan masuk ke dalam gerbong kabinet SBY. Praktis dari 9 partai yang lolos parliamentary threshold (PT) dan memiliki kursi di parlemen, tinggal Gerindra dan Hanura saja yang bisa diharapkan menjadi oposisi. Read the rest of this entry »
Posted on on October 12th, 2009 in
Opini Tagged gerindra, hanura, oposisi, pemilu
|
102 Comments »

Ini kali pertama saya lebaran jauh dari keluarga. Meski sebelumnya pernah juga salat Idul Fitri tidak di masjid kampung saya, tapi baru pertama kali ini saya benar-benar jauh dari keluarga di hari lebaran. Semua hanya gara-gara kalender pemerintah yang salah memprediksikan jatuhnya 1 Syawal. Di kalender tertulis lebaran tanggal 21 September 2009, namun ternyata hasil hisab maupun rukyat menunjukkan 1 Syawal jatuh pada 20 September. Tiket kereta yang sudah saya beli untuk malam takbiran pun akhirnya menjadi tiket pascalebaran.
Agak berbeda memang lebaran di kampung halaman dan lebaran di kampung orang. Terasa ada yang hilang. Mungkin itu adalah kehangatan keluarga. Mungkin itu adalah keguyuban para tetangga. Atau mungkin juga itu ‘sekedar’ kebiasaan yang tiba-tiba tak terlaksana. Yang jelas, mendengar suara takbir bergema di malam dan pagi hari terasa aneh. Ada sesuatu yang menghentak, bergelora di dada dan berkecamuk di pikiran. Ada nuansa sendu, melankolis, gembira, bergairah, dan entah apa lagi.
Read the rest of this entry »
Posted on on September 20th, 2009 in
Pernik Tagged idul fitri, lebaran
|
171 Comments »

setiap datang bulan ramadan, terutama di sepertiga akhir, kita selalu berharap bisa menjumpai malam lailatul qodar. sebuah malam istimewa. malam yang disebut dalam al quran sebagai lebih baik dari seribu bulan. di malam itu, pahala ibadah seseorang akan berlipat ganda, ibarat dia melakukan ibadah sepanjang seribu bulan. malaikat dan para ruh turun ke bumi atas rekomendasi dari tuhan. berbahagialah orang yang bisa menjumpai malam itu dan terjaga hingga fajar. keselamatan baginya tercurahkan.
namun tak seorang pun tahu apakan dirinya berhasil menjumpai malam lailatul qodar atau tidak. yang bisa dilakukan hanyalah menduga-duga, percaya, yakin. sebab malam lailatul qodar merupakan misteri bagi manusia. hanya tuhan yang tahu kapan malam itu berlangsung. sebuah riwayat mengatakan malam itu berlangsung pada tanggal ganjil di sepertiga akhir ramadan. karena alasan inilah beberapa masjid sengaja menggelar salat malam berjamaah di tiap tanggal ganjil di sepertiga akhir ramadan.
Read the rest of this entry »
Posted on on September 13th, 2009 in
Pernik Tagged iluminasi, lailatul qodar, ramadan
|
3,758 Comments »
Saya sedang berkumpul bersama teman-teman kos di kamar ketika malam tadi sebuah pesan masuk ke handphone yang saya taruh di atas kasur. Isinya lumayan mengejutkan. Seorang teman mengabarkan bahwa teman kami—seorang wartawan cewek—kehilangan tas berikut isinya saat liputan.
Padahal berbagai barang mahal tersimpan dalam tas itu. Ada kamera, recorder, ipod, handphone, dompet, kunci sepeda motor, STNK, dan uang tunai. Barang-barang itu kalau ditotal bernilai jutaan pastinya.

Yang paling mengejutkan bagi saya adalah fakta bahwa tas itu hilang saat teman saya yang naas itu liputan di sebuah lembaga pemerintah di bawah Departemen Keuangan. Seperti biasa, teman itu meninggalkan tasnya bersama tas milik rekan-rekan wartawan lainnya saat mewawancarai Pak Dirjen (atau dalam istilah keseharian wartawan disebut doorstop). Read the rest of this entry »
Posted on on September 9th, 2009 in
Pernik Tagged kehilangan, liputan, wartawan
|
3,633 Comments »

Semalam saya dapat kue. Saya nggak tahu persis seperti apa bentuk kuenya dan bagaimana rasanya. Namun saya tahu persis di atas kue itu berderet lilin yang menyala karena saya melihatnya. Saya sempat meniup lilin-lilin itu, tapi tiupan saya tidak memadamkan apinya.
Ya, soalnya saya meniup dari Jakarta, sementara kue itu terhidang di Jogja. Saya melihat kue itu hanya dari webcam yang menghubungkan 2 laptop, satu di Jakarta satu di Jogja. Ketika saya tiup lilin itu, bukan saja apinya tidak padam, bahkan bergoyang pun tidak. Yang terasa hanyalah angin yang keluar dari mulut saya dan memantul menabrak layar laptop kemudian menerpa muka saya.
Kue itu spesial tentu saja. Dihidangkan oleh orang yang spesial juga. Sayangnya, belum sempat saya menyaksikan kue itu dipotong, tiba-tiba pet! Koneksi internet terputus. Gambar yang tadinya bergerak langsung diam.
Rupanya pulsa dia habis. Terpaksa telekonferensi berhenti. Akhirnya komunikasi dilanjutkan melalui jalur konvensional, handphone. Yah, sudah lah, mau gimana lagi. Saat dini hari pasti tak tersisa lagi penjual pulsa di Jogja. Lagi pula toh saya tetap bisa merekam canda dan tawanya lewat telinga.
Teknologi, bagaimanapun, perlu disyukuri.
Warung Buncit, 7 September 2009
Posted on on September 7th, 2009 in
Pernik Tagged kue, ultah
|
87 Comments »

Pertengahan Ramadan telah lewat. Ramadan telah datang, tapi akan segera pergi. Meski siklus datang-pergi ini berlangsung tiap tahun, tapi siapa menjamin kita bisa menikmatinya di tahun depan? Mutlak tidak ada, kecuali Yang di Atas tentunya. Sudah 24 tahun. Ya Tuhan, semoga Kau beri aku izin menikmati RamadanMu di 25. Amien.
6 September 2009/16 Ramadan 1430
Posted on on September 6th, 2009 in
Pernik Tagged ramadan
|
3,569 Comments »